INVESTASI BCA

INVESTASI BCA
CARA MUDAH MENGHASILKAN JUTAAN RUPIAH DENGAN MODAL HANYA 10RIBU RUPIAH...!!! KLIK GAMBAR DIATAS UNTUK MEMBUKTIKANNYA...

Sabtu, 19 Februari 2011

Sansevieria, Tanaman Hias Penyerap Jenis Racun di Udara




Sebuah fakta menarik, bahwa Lembaga Penerbangan Antariksa AS (NASA) menanam ribuan sansevieria di dekat instalasi nuklirnya. Lokasi penanaman ini hanya berjarak sekitar 10-25 meter dari instalasi nuklir tersebut. Apabila suatu saat terjadi kebocoran, maka ribuan sansevieria tersebut akan meredamnya.
Ya, ternyata tanaman hias Sansevieria atau dikenal juga dengan sebutan Lidah Mertua adalah tanaman antipolutan dan juga penangkal radiasi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Sanseveira mampu menyerap 107 jenis racun. Termasuk racun-racun yang terkandung dalam polusi udara (karbonmonoksida), racun rokok (nikotin), bahkan radiasi nuklir.

Riset lainnya dapat disimpulkan bahwa untuk ruangan seluas 100m3 cukup ditempatkan Sansevieria Lorentii dewasa berdaun 5 helai agar ruangan itu bebas polutan.
Ciri spesifik yang jarang ditemukan pada tanaman lain, diantaranya mampu hidup pada rentang suhu dan cahaya yang luas, sangat resisten terhadap gas udara yang berbahaya (polutan), bahkan mampu menyerapnya sehingga di daerah berlalu lintas padat.

Dan di dalam ruangan yang penuh dengan asap nikotin dimanfaatkan sebagai antipolutan (air freshener). Sementara di Afrika getah Sansevieria dimanfaatkan sebagai anti racun ular dan serangga.

Sebagai tanaman hias sansevieria sangat mudah dirawat dan tidak membutuhkan banyak lahan. Sansiveria (lidah mertua) memang sering kita temui di pekarangan rumah di kampung-kampung, baik itu ditanam di sekitar pagar maupun di dalam pot, tetapi mungkin kita belum banyak mengetahui akan salah satu fungsinya yang anti polutan dan radiasi, jadi bagi yang belum buruan kita tanam di rumah kita.

Es di Kutub Kontrol Kadar Merkuri di Atmosfir


Dengan memblokir sinar matahari, es bisa mempengaruhi pelepasan racun merkuri.

Sebuah tim yang terdiri dari peneliti asal Prancis dan Amerika Serikat baru-baru ini menemukan bahwa es di laut memegang peranan penting dalam siklus merkuri di kutub utara.

Para peneliti tersebut, antara lain dari Centre National de la Recherche Scientifique (CNRS), Institut de Recherche pour le Développement (IRD), Université Paul Sabatier dan Université de Pau, menjelaskan
bahwa merkuri (Hg) merupakan satu-satunya logam berat yang ditemukan dalam bentuk gas di atmosfir. Sejak era revolusi industri, emisi anthropogenic merkuri sisa pembakaran bahan bakar fosil telah melampaui emisi merkuri alami.

Baik emisi anthropogenic dan emisi alami, terutama dari penguapan air di samudera dan gas yang dikeluarkan oleh gunung berapi, telah mencapai kawasan kutub akibat pergerakan di atmosfir.

Akibatnya, polusi atmosfir global menambah deposit merkuri di ekosistem kutub yang kemudian dilepas kembali ke atmosfir.

Di atmosfir kutub utara, merkuri dioksidasi ke dalam bentuk deposit yang tersimpan di cryosphere (salju atau es). Setelah itu, ketika es mencair, bentuk teroksidasi ini kemudian di mobilisasi kembali dan ditransformasikan ulang lewat proses physicochemical dan biologis menjadi dalam bentuk racun methylmercury (CH3Hg).

Merkuri dalam bentuk beracun inilah yang dicerna oleh makhluk hidup. Ia berakumulasi melalui rantai makanan dan bisa mencapai konsentrasi satu juta kali lebih tinggi dibanding merkuri yang ada di permukaan air.

Temuan ini sendiri akan dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience.

“Dengan memblokir sinar matahari, es bisa mempengaruhi pelepasan dan transfer racun merkuri yang ada di permukaan air samudera kutub utara ke atmosfir,” kata Jeroen Sonke, peneliti dari CNRS, seperti dikutip dari ScienceDaily, 20 Januari 2010.

Artinya, Sonke menyebutkan, iklim memegang peranan sangat penting pada siklus merkuri dan pelepasan merkuri ke atmosfir semakin banyak dengan melelehnya es di kutub utara. Dan pemanasan global akan membuat semakin banyak merkuri dilepaskan ke atmosfir.

Senin, 14 Februari 2011

Populasi Burung di Indonesia Masuk Lima Besar Dunia



Indonesia merupakan pemilik 1.594 spesies burung dan menjadi negara kelima terbesar dunia dari 10.000 jenis satwa itu yang kini berkembang biak. 

Manajer program konservasi Perhimpunan Burung Liar Indonesia atau Burung Indonesia Ria Saryanthi, Selasa (11/1), mengatakan Indonesia telah menjadi satu negara "Mega Bird Diversity" dengan banyaknya populasi burung. 

Hanya saja populasi yang banyak itu kini terancam punah akibat rusaknya habitat yang menjadi tempat berkembang biak dan mencari makanan burung-burung tersebut. Saat ini, 50% jenis burung di dunia terancam punah karena habitatnya terusik kegiatan manusia. 

Ria mengatakan kondisi tersebut juga terjadi di Indonesia. Dari seluruh jenis burung yang terancam punah, lebih dari setengahnya tinggal di hutan sebagai habitat utamanya. 

Namun begitu, lanjut Ria, keragaman burung di Indonesia juga menghadapi ancaman. Pihaknya mencatat, 122 jenis terancam punah dan masuk daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). 

"Rinciannya, 18 jenis berstatus 'kritis', 31 jenis 'genting', sementara 73 jenis tergolong 'rentan'. Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai negara yang burungnya paling banyak terancam punah," katanya. 

Lebih lanjut ia menyebutkan, selain perburuan dan perdagangan, penyebab utama terancam-punahnya berbagai jenis burung di Indonesia adalah gangguan atau tekanan pada habitat. 

"Kegiatan manusia mengubah lingkungan alami (hutan) menjadi lahan pertanian, perkebunan, hingga pembangunan infrastruktur untuk kegiatan industri, merupakan serangkaian aktifitas yang menyebabkan berkurang bahkan hilangnya habitat burung," kata Ria. 

Ia mengatakan, jenis-jenis merpati hutan (Columba sp.), uncal (Macropygia sp.), delimukan (Chalcopaps sp. dan Gallicolumba sp. ), pergam (Ducula sp.), dan walik (Ptilinopus sp.) merupakan keluarga merpati yang memiliki ketergantungan sangat tinggi dengan habitat hutan. 

"Tak mengherankan jika dari 122 jenis yang terancam punah, 12 jenis di antaranya juga merupakan suku Collumbidae," katanya. 

Meningkatnya tekanan terhadap hidupan liar dan ekosistem alami ini, ujar Ria, disebabkan bertambahnya jumlah penduduk serta kebijakan ekonomi dan pembangunan.

7,5 Juta Hutan Alam Terancam Deforestasi

JAKARTA--MICOM: Hutan alam seluas 7,5 juta hektare terancam mengalami deforestasi karena draf Instruksi Presiden (Inpres) tentang moratorium konversi hutan alam dan lahan gambut tetap membolehkan ratusan perusahaan perkebunan melanjutkan proses perizinannya. 

"Greenomics Indonesia menilai, kedua draf Inpres tersebut tetap akan melanjutkan praktik deforestasi terhadap areal 7,5 juta hektare hutan alam," kata Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi melalui siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (9/2). 

Hampir 300 perusahaan perkebunan sawit dan puluhan perusahaan hutan tanaman industri masih diperbolehkan melanjutkan proses perizinannya untuk mendapatkan izin definitif. 

Greenomics Indonesia mengungkapkan bahwa draf Inpres tentang moratorium konversi hutan alam dan lahan gambut, baik versi yang diajukan oleh Satgas REDD+ yang diketuai oleh Kuntoro Mangkusubroto maupun yang diajukan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, sama-sama tidak dapat menolong konversi hutan alam seluas lebih dari 7,5 juta hektare, masing-masing 4,5 juta hektare untuk perkebunan sawit dan tiga juta hektare untuk hutan tanaman industri. 

"Jika hutan alam 7,5 juta hektare tersebut tetap diloloskan dari aturan moratorium konversi hutan alam dan lahan gambut, Greenomics Indonesia menilai, Indonesia akan kehilangan esensi moratoriumnya," tambahnya. 

Dikatakan Elfian, Greenomics Indonesia tidak sependapat dengan draf Inpres moratorium yang diajukan oleh Menteri Koordinator Perekonomian, karena tidak memasukkan hutan alam sekunder untuk dimoratorium sehingga masih terbuka untuk konversi bagi perkebunan sawit dan hutan tanaman industri. 

Greenomics Indonesia juga sangat menyesalkan draf Inpres moratorium versi Satgas REDD+ yang dibentuk Presiden Yudhoyono, yang ternyata juga membolehkan hampir 300 perusahaan sawit dan puluhan perusahaan hutan tanaman industri tetap terus jalan untuk mendapatkan izin definitif, yang berdampak pada konversi hutan alam seluas 7,5 juta hektare. 

"Memang draf Inpres moratorium versi satgas REDD+ mencakup moratorium terhadap hutan primer, sekunder, dan lahan gambut. Namun, draf Inpres versi Satgas REDD+ tersebut tetap tak bisa mencegah terbitnya hampir 300 izin baru untuk perkebunan sawit dan puluhan izin hutan tanaman industri. Perlu dicatat, 7,5 juta hektare itu setara lebih dari 110 kali lipat luas Singapura," ujar Elfian. 

Greenomics Indonesia menilai, jika hutan alam seluas 7,5 juta hektare untuk ratusan perusahaan perkebunan sawit dan puluhan perusahaan hutan tanaman industri tersebut tetap dikeluarkan izin definitifnya yang berdampak pada konversi hutan alam, maka kredibilitas program moratorium konversi hutan alam dan lahan gambut Pemerintah Indonesia akan diragukan oleh dunia internasional.

Greenpeace Dukung Golden Agri Hentikan Perusakan Hutan Indonesia



PEKANBARU--MICOM:Organisasi penggiat lingkungan dunia, Greenpeace, menyambut baik dan mendukung tekad dari Golden Agri Resources (GAR) untuk menghentikan perusakan hutan bernilai karbon tinggi di Indonesia. 

Rencana perusahaan yang merupakan bagian dari divisi minyak sawit Grup Sinar Mas itu harus segera diimplementasikan demi upaya penyelamatan konservasi lingkungan. 

"Ini bisa menjadi berita bagus bagi hutan, spesies terancam punah seperti orang utan dan ekonomi Indonesia. Di atas kertas, komitmen terbaru Golden Agri ini merupakan langkah besar dalam mengakhiri keterlibatan mereka dalam perusakan hutan," kata Kepala Kampanye Hutan Greenpeace Bustar Maitar, Rabu (9/2). 

Jika rencana tersebut benar-benar dilaksanakan, lanjut Bustar, wilayah hutan yang besar bisa terselamatkan. Hanya saja sekarang, perusahaan itu harus benar-benar mengimplementasikan termasuk penyelesaian konflik dengan masyarakat yang menegakkan prinsip persetujuan tanpa paksaan. 

"Greenpeace akan terus mengawasi secara ketat untuk memastikan itu semua terjadi," tegas Bustar. 

Bustar mengungkapkan, pengumuman Golden Agri yang dilaksanakan hari ini (Rabu) telah memberikan dorongan besar kepada tekad Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melindungi hutan dan mengatasi bencana perubahan iklim. 

Sekarang, sambungnya, pemerintah Indonesia harus mendukung inisiatif itu dengan menghentikan segala pemberian izin konversi hutan dan lahan gambut, serta mengkaji ulang aktivitas yang sudah terjadi di wilayah hutan dan lahan gambut. 

Komitmen kunci yang dinyatakan GAR adalah tekad untuk tidak melakukan penghancuran hutan yang bernilai Penyimpanan Karbon Tinggi (High Carbon Storage). Di bawah rencana baru perusahaan, ditentukan ambang sementara (provisional treshold) dan tidak akan mengonversi lahan yang bermuatan lebih dari 35 ton karbon per hektare.

Minggu, 13 Februari 2011

"Apakah anda peduli pada masa depan keuangan anda??"


Jika ya...
coba kunjungi http://www.investasibca.com/?id=pandawasemarang untuk keamanan masa depan keuangan anda.
Buktikan Sekarang juga.

Cintai aku apa adanya...

Saya memiliki suami yang seorang insinyur.Saya mencintai sifatnya yang alami dan menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Setelah tiga tahun dalam masa perkenalan dan dua tahun dalam masa pernikahan, harus saya akui bahwa saya mulai merasa lelah. Alasan-alasan saya mencintainya dahulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen.Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan pada dirinya.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian."Mengapa ?", dia bertanya dengan terkejut."Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan".Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya,tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya ? (gumam ku di dalam hati). Dan akhirnya dia bertanya,"Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?".

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,"Saya punya pertanyaan, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati, saya akan merubah pikiran saya “.

Sayangku, seandainya saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung, akan tetapi kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu kamu akan mati, apakah kamu akan melakukannya untukku ?".

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok".Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan coretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat.Disitu tertulis ... "Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya".Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya, namun saya melanjutkan untuk membacanya.

" Kamu sering mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program-program di PC dan akhirnya menangis di depan monitor karena panik, namun saya selalu memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar, dan saya harus memberikan kaki sayasupaya bisa mendobrak pintu dan membukakan pintu untukmu ketika pulang. Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi,saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. Kamu selalu pegal-pegal pada waktu "teman baikmu" datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.Kamu senang diam di rumah dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi "aneh".Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami. Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku sambil tidur dan itu semua tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti,saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah.Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu “.

" Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati.Karena saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. Sayangku, saya tahu ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari apa yang dapat aku lakukan. Namun jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku tidak juga cukup bagimu, maka aku tidak akan bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu ".

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

" Sayang, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini,dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri didepan menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu.Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia ".

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku. Oh… kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.